Proud Of You, IRT
Proud
Of You, IRT
Memiliki
profesi sebagai ibu rumah tangga (IRT) adalah sebuah pilihan. Sebagian orang
punya alasan sendiri untuk menjadi IRT murni dan sebagian orang punya alasan
juga untuk memilih sebagai IRT merangkap sebagai karyawan atau wirausahawan.
Pada intinya semua wanita yang menikah memiliki profesi sebagai ibu rumah tangga. Butuh keberanian untuk memutuskan memiliki profesi sebagai IRT saja. Karena secara tidak langsung kita menyerahkan seluruh waktu kita untuk mengurusi anak dan suami. Disamping itu kita juga menjadi menggantungkan hidup kepada kemampuan suami. Sebagai orang yang beragama tentu banyak orang yang tidak ingin mempermasalahkan hal ini bahkan tidak ingin hal ini dipermasalahkan, karena banyak yang berpendapat bahwa hidup dan kehidupan ini sudah diatur oleh Sang Pencipta.
Pada intinya semua wanita yang menikah memiliki profesi sebagai ibu rumah tangga. Butuh keberanian untuk memutuskan memiliki profesi sebagai IRT saja. Karena secara tidak langsung kita menyerahkan seluruh waktu kita untuk mengurusi anak dan suami. Disamping itu kita juga menjadi menggantungkan hidup kepada kemampuan suami. Sebagai orang yang beragama tentu banyak orang yang tidak ingin mempermasalahkan hal ini bahkan tidak ingin hal ini dipermasalahkan, karena banyak yang berpendapat bahwa hidup dan kehidupan ini sudah diatur oleh Sang Pencipta.
Menjalani
rutinitas sebagai IRT adalah tidak mudah bagi mereka yang belum bisa deal
dengan dirinya. Mari kita rinci kegiatan IRT secara umum. Bangun pagi menyiapkan bekal anak untuk berangkat
sekolah dan bekal suami untuk berangkat bekerja. Setelah mengantar anak
sekolah, kembali kerumah menyuci, memasak, membersihkan rumah, dan tiba
waktunya anak-anak pulang sekolah harus kembali kesekolah untuk menjemput
mereka. Bagi yang putra putrinya ikut les, maka si ibu di sore hari harus
mengantar jemput lagi ke tempat les. Dimalam hari, bagi seorang ibu yang begitu
concern dengan kemajuan akademis putra putrinya, maka dia akan mendampingi
anaknya belajar. Seorang ibu yang peduli dengan perkembangan akhlak dan
pendidikan agama anaknya pasti akan selalu menyediakan waktu untuk menjadi guru
agama bagi anak-anaknya. Bagi yang beragama islam akan mengajari anaknya
mengaji atau mendatangkan guru ngaji untuk mengajari anaknya. Bagi yang
beragama Kristen, sesibuk apapun setiap minggu akan mendampingi anak-anak
balitanya ke gereja.
Rutinitas di atas hanyalah rutinitas yang secara
umum hanya terlihat kasatmata saja. Masih banyak lagi peran-peran ganda yang
dilakukan oleh seorang IRT. Tentunya rutinitas ini tidak berlaku untuk semua IRT.
Bagi mereka yang memiliki pasangan hidup yang mapan, peran ibu rumah tangga tentulah
tidak begitu berat. Karena pekerjaannya bisa dibantu oleh pembantu, babysitter,
dan supir. Sehingga tidak heran kalau kita sering melihat IRT yang begitu happy,
selalu berpenampilan ceria, eksis di dalam kegiatan sosial. Kadang mereka
membuat IRT yang merangkap karyawan
menjadi iri. Saat banyak IRT lain tetap memilih sebagai karyawan atau
wirausaha, para IRT murni ini bisa enjoy dan happy menjalani kehidupannya. Mereka
seperti tidak perlu aktualisasi diri, tidak mengkhawatirkan masa depan dirinya
dan anak-anaknya jika suami sang pencari nafkah ditimpa musibah.
Pada akhirnya semua kembali kepada diri
masing-masing. Karena setiap orang punya definisi suksesnya sendiri. Jika cita-cita
seseorang adalah menjadi ibu rumah tangga saja dan itu bisa membuat mereka
bahagia, maka itulah sukses mereka.
Tetapi sekarang jaman sudah berubah,
perkembangan tehnologi membuat semua orang bisa mengakses dunia luar. Media social
cukup memanjakan kita untuk bisa melakukan banyak hal. Facebook, instagram,
twitter, group WA, dan BBM bisa menjadi sarana bagi kita untuk belajar dan
mengaktualisasikan diri. Bahkan sekarang ini banyak IRT yang memanfaatkan media
sosial untuk belajar dan berbisnis tanpa harus meninggalkan rumah dan
anak-anaknya. Media sosial bisa menjadi pilihan bagi IRT disaat-saat jenuh dan
saat ingin eksis dan berbeda. Tidak ada kata terlambat, mari belajar dan memulai.
Ibu rumah tangga tidak terbanyar dan kerjanya 24 jam, berat berat kerjaannya tetap bangkit dengan senyuman
BalasHapusItulah ibu kece
Sy juga ibu rumah tangga dengan anak 10 semuanya sy kerjakan sendiri, sambil bekerja di rumah menjahid
Semoga semuanya apa yang kita serjakan menjadi ladang ibadah
Barokallah
Aku suka menjadi ibu rumah tangga..justru itulah profesiku yang utama..aku menunggu suatu saat nanti aku adalah ibu rumah tangga murni tidak nyambi...^_^
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAku suka menjadi ibu rumah tangga, suka banget. Suatu saat nanti aku akan menjadi ibu rumah tangga murni
BalasHapus